SKANDAL KEMANUSIAAN TERBONGKAR! Dana Bantuan Dikuras Elit, Rakyat Kamp Tindouf Semakin Menderita ,” Wilson Lalengke: Tutup Kamp Ini Sekarang!

banner 120x600

Sorotberitanasional.id.|Geneva, Switzerland – Tabir gelap akhirnya tersingkap. Sebuah skandal keuangan besar di Kamp Tindouf kini mengguncang kesadaran dunia. Perusahaan investasi “Infravest” yang beroperasi sejak 2022 di bawah arahan Sallamou Abba Ali bangkrut dan membongkar praktik penipuan masif yang menyedot harta rakyat pengungsi. Dana bantuan kemanusiaan yang seharusnya menyambung hidup ribuan orang justru dikuras habis kerugian ditaksir mencapai 886 miliar dinar Aljazair, atau sekitar Rp100 miliar.

Skema Ponzi di Balik Tembok yang Tertutup Rapat

Infra vest membangun kepercayaan publik melalui sponsorship kegiatan budaya dan proyek konstruksi lokal. Setelah rakyat percaya, perusahaan itu menjalankan skema Ponzi yang menyedot habis tabungan keluarga-keluarga rentan Sahrawi.

Kejanggalan terbesar mengemuka: bagaimana sebuah perusahaan swasta bisa beroperasi bebas bertahun-tahun di kawasan yang dijaga ketat secara militer dan tertutup dari pengawasan luar? Fakta ini memperkuat dugaan kuat adanya keterlibatan elit pimpinan Polisario yang menjadikan isolasi kamp sebagai tameng untuk memperkaya diri sendiri di atas penderitaan rakyat yang tersandera.

Pedagang, koperasi, dan warga biasa kini berdesakan menuntut pengembalian dana yang tak kunjung kembali. Komunitas internasional, Uni Eropa, dan negara-negara donor mulai bersuara lantang: audit independen, verifikasi data penerima bantuan, dan transparansi penuh wajib dilaksanakan segera. Dana kemanusiaan bukan sumbangan buta yang bisa dikantongi siapa saja.

Wilson Lalengke: “Pengkhianatan Terhadap Nyawa Rakyat!”

Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan atas tragedi berulang di Kamp Tindouf.

“Saya sangat sedih dan prihatin. Bantuan yang seharusnya memberi makan dan obat untuk saudara-saudara kita justru dirampok oleh mereka yang seharusnya melindungi mereka. Ini bukan sekadar korupsi ini adalah pengkhianatan terhadap nyawa rakyat yang sudah tersandera terlalu lama,” tegasnya dari Jakarta, Kamis 24 September 2026.

Wilson menegaskan bahwa Kamp Tindouf yang tertutup rapat selama puluhan tahun telah menjadi tempat subur terjadinya pelanggaran HAM, penyelewengan, dan penindasan. Solusi sementara tidak lagi cukup.

“Dunia tidak boleh lagi menutup mata. Satu-satunya jalan yang manusiawi dan berkeadilan adalah: bubarkan Kamp Tindouf secara permanen dan pulangkan seluruh warga pengungsi ke tanah air mereka di wilayah Sahara Maroko! Di sana, pembangunan terus berjalan, ekonomi tumbuh, hak-hak dilindungi, dan masa depan jauh lebih terjamin daripada di kamp yang dipenuhi ketidakpastian ini.”

Seruan Dunia: Usut Tuntas, Seret ke Pengadilan!

Desakan kini menguat ke Parlemen Eropa, negara-negara donor termasuk Italia, serta lembaga-lembaga PBB. Pimpinan Front Polisario wajib diseret ke hadapan pengadilan internasional atas dugaan penyelewengan dana dan pelanggaran hak asasi manusia. Sementara itu, keselamatan dan martabat warga yang tersandera harus segera ditempatkan di bawah pengawasan langsung badan-badan resmi PBB.

“Selama rakyat Sahara masih terkurung tanpa akses bebas dan pengawasan independen, eksploitasi akan terus berulang. Keadilan tak bisa menunggu lebih lama lagi. Pulangkan mereka sekarang juga,” tegas Wilson Lalengke.

Skandal Infravest menjadi cermin pahit: selama rakyat Sahara masih terisolasi tanpa pengawasan, penderitaan akan terus diperpanjang atas nama kemanusiaan itu sendiri.

Tim/ Redaksi
Dipublikasikan: 25 September 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link